Tanpa Skenario

Perkenalan Nama Tokoh

Perkenalkan peran utama dalam kisah ini Bastian dan Danica..

Bastian seseorang yang idealis berpegang teguh dengan prinsip hidup Dia yakini. Dia hidup berlandaskan rasional dan berpikir secara terbuka masuk akal.

Dari kecil sudah berbakat memainkan berbagai alat musik, hingga usia bertambah Dewasa berlatih untuk jadi seorang penulis, berpengetahuan tentang Teknologi "Komputer". 

Menyukai alam, satwa hingga ia realisasikan di sekeliling rumah berkebun dan beternak menjadikan suasana rumah tenang indah. 

Soal dapur bahkan masak sekalipun Dia bisa masak ayam,  sayuran, numis, dll dan tentunya tidak kalah enak. 

Dia juga mengerti bagaimana cara mengopasikan berbagai Alat mesin jahit. Bagi Dia sangat menyenangkan memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan.

Hanya saja Dia lemah dalam soal Cinta, tidak mudah mengejar atau jatuh cinta kepada seorang wanita, kalau bukan benar-benar wanita pilihan hatinya.

Kepribadiannya yang tidak banyak bicara menjadikannya nampak dingin, seseorang menjulikinya Kutub Utara. 

Di sisi lain Dia juga humoris, ketika sudah mulai bicara anggapan orang "Dingin" seketika berubah, ternyata bisa lucu dan kebangetan lucunya perkataanya bikin orang tertawa. 


Yang kedua Danica..

Dia wanita yang betah berdiam diri didalam rumah. Wanita Anggun nan Cantik yang sedang bertumbuh menjadi pribadi yang berkualitas,  berkeinginan untuk mempelajari beberapa bahasa dan Dia rajin.

Nampak diwajahnya bagaikan air yang teramat jernih, senyum yang menenangkan sampai menembus jiwa. 

Salah satu kegemaran Dia koleksi berbagai sepatu hingga sampai satu lemari penuh. 

Danica adalah pujaan hati Bastian meluluh lantakan benteng pertahananan hati seorang Kutub Utara.

Awal Pertemuan Bastian dan Danica

Berawal dari sebuah insiden Saudara Danica bertemulah mereka berdua di rumah yang di tinggali Danica tepatnya di ruangan tamu.

Sesekali Bastian memandang wajah Danica si Gadis Cantik Anggun. Hampir tidak ada percakapan diantara mereka hanya ada percakapan sekilas ketika Bastian pamit pulang.

Diawal ketemu Bastian tidak ada perasaan yang mengisyaratkan rasa suka atau tertarik dengan Danica.

Di kemudian hari Bastian chat ada sesuatu hal yang ingin di tanyakan kepada Danica. Bukan perihal soal perasaan melainkan seputar pekerjaan.

Membaca balasan chat yang antusias dari Danica, dalam hati Bastian menarik banget Dia di ajak berdiskusi.

Hingga pada akhirnya timbul lah rasa yang tak biasa Bastian rasakan. Kenyamanan dari seseorang Cantik Anggun itu.

Hari demi hari berlalu Bastian mulai merasa Rindu sosok yang menarik baginya dan sesekali Dia mencoba untuk chat kembali Danica.

Dengan obrolan chat yang singkat meraka berdua mulai ada sedikit komunikasi. Bertambah Rindu lah Bastian. Karna memang baru sekali itu dan waktu yang singkat Bastian bertemu dengan Dia. Sampai lupa tidak ingat wajah Danica tapi Rindu Bastian tidak pernah padam. 

Dia mencoba untuk mengingat-ingat tapi memang tidak teringat sama sekali. Bastian mencoba untuk chat tanyakan media sosial Danica, Danica pun memberi tahu nama dari akunnya. 

Bastian cari nama itu dan ketemu dalam hati Bastian ternyata memang bener cantik. 

Bukannya hanya penasaran ingin mengingat wajah Danica lewat Sosial medianya. Bastian malah semakin Rindu ingin bertemu langsung untuk kedua kalinya.

Lewat chat Bastian mengisyaratkan ingin bertemu dengan Dia. Di ruang lingkup tempat kerja, jam makan siang Bastian mencoba untuk komunikasi dengan si Anggun satu itu. 

Bak seperti kisah di film drama mereka berdua jalan berpapasan salah satu dari mereka tidak menyadari bertemu dan begitu juga sebaliknya.

Bastian selalu mencoba untuk komunikasi dengan Danica lewat chat dari ponsel genggamnya.

Hari terus berjalan kerinduan Bastian tak kunjung padam. Dia mulai mencurahkan isi hatinya kepada Danica. Hati yang Rindu hati yang mulai jatuh cinta kepada sosoknya. 

Danica membalas dan berpesan jangan berlebihan, Boleh saja kalau suka tapi bukan berarti memberi harapan. tapi kedepanya juga tidak tau "Ucap Danica lewat chat"..

Bagi Bastian mengungkap perasaan itu sudah suatu kebahagiaan. Karna memang Bastian sulit untuk jatuh cinta kepada seorang wanita. Soal diterima atau tidak itu hak orang yang Dia cintai. Bisa menemukan dan mencintai seseorang itu sudah seni indah dalam hidupnya.

Di waktu malam ketika Bastian bersiap untuk istirahat tidur, Danica kasih kabar kalau Dia daftar keterima Kuliah, dengan hati bahagia bercerita panjang lebar. Bastian pun menyambut dengan rasa bahagia pula. Dalam hati Bastian, tidak salah mencintai seseorang, Dia orang yang di cari "Ujar Bastian".

bersambung...